Sore Throat

Sudah sejak akhir pekan lalu rasa sakit di tenggorokanku menjadi tidak tertahankan. Nyeri yang menjalar mulai dari pangkal hidung, liang telinga dan kerongkongan dibarengi rasa ngilu di sekujur otot-otot tubuhku akhirnya membuatku menyerah. OK, let’s go to the doctor. Dan meskipun aku tidak suka menelan berbagai macam pil, bukan karena phobia terhadap obat tetepi semata-mata karena aku membayangkan ginjalku harus bekerja esktra, kutelan juga antibiotik-penghilang nyeri-pengering dahak-vitamin plus obat hormon yang semuanya berjumlah 7 butir itu.

Istirahat di rumah tidak hanya menghilangkan bengkak-bengkak di wajahku tetapi juga membawa hikmah yang lain. Saat sakit begini, aku betul-betul menikmati istirahat dan berbagi waktu dengan Naomi. Mulai dari mandi pagi, memilih-milih dan memakaikan baju, menyisir dan memberikan bedak, sarapan bersama. Putriku juga tampak menikmati segala saat-saat yang langka ini, bersama-sama dengan mama dan papa di siang hari. Sepanjang hari dia tidak rewel, tidak membantah, makan banyak, bahkan dia berdoa sendiri tanpa disuruh! Sore tadi aku menyuruhnya bermain atau bersepeda di luar rumah, ia melangkah keluar sebentar lalu balik lagi dan berkata: aku mau tinggal di rumah, hanya supaya ia bisa duduk dan bermain bersama aku dan papanya.

Naomi adalah anak yang mengekspresikan cinta dengan membagi waktu berkualitas bersama. She appreciates word of affirmation, gifts, acts of service and physical touch but mostly quality time. Kadang bila di suatu siang kami terlelap tidur karena kelelahan, dia akan bermain menggendong boneka, mengoceh sendiri atau hanya golek-golek saja selama 1 jam sampai kami terbangun. Tentu saja ada saat-saat di mana bersama teman adalah hal yang mengasyikkan dan mama-papa sebaiknya tidak mengganggu (pernah satu kali ia mengajak jalan-jalan dengan alasan: aku sumpek ma di rumah). Namun terkadang sekedar bersama dan mengerjakan sesuatu yang sederhana berdua sudah memberi kesenangan tersendiri baginya.

By the end of the day, I become thankful to this sickness. Breaking myself off the routine, resting my body, re-charging my spirit and soul. Re-filling my family’s love tanks. Sorting my mind about things. Changing my opinion about “what good literature is” over night simply because what the antibiotics does to my body (I will talk more about this subject later). God just did me a favor by letting this flu getting into me.

So it’s a blessing a disguise for everyone (except my boss, maybe).

Paiton, 3 Desember 2008

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.