Kebaikan Hati
Di sebuah rumah, dua balita bermain dan saling menemani. Tiba-tiba si kecil mengeluh kehausan dan merengek ingin minum susu. Orang-orang dewasa sedang berada di luar rumah dan tidak ada menolong. Yang lebih besar berusaha menghibur. AKhirnya ia menghampiri meja peralatan susu yang memang diletakkan di dalam kamar, mengambil dot, menuang 3 sendok susu, menambahkan air matang (untung ia tidak mengutak-atik termos berisi air panas), mengaduk dan memberikannya pada yang lebih kecil. Sambil merebahkan diri ke kasur, si kecil merebahkan diri ke kasur dan menikmati sebotol susu coklat.
Tak berapa lama dua orang dewasa memasuki rumah dan terheran-heran.
“Siapa yang membuat susunya? Naomi ya?”
Naomi mengangguk.
“Diajarin siapa?”
Putriku sayang. Di usiamu yang masih 3 tahun 8 bulan, sebetulnya kau tidak perlu melakukan ini. Namun kau melakukannya juga karena tidak tega melihat kesusahan anak lain. Mungkin itu sebabnya Tuhan berkata “biar anak-anak datang pada-Ku,” karena anak-anak melakukan kebaikan karena dorongan hati, tanpa memikirkan pamrih.
Suatu hari nanti jika keluarga kita beruntung untuk memperoleh seorang adik bayi kecil, kau akan menjadi kakak yang hebat!
I am proud of you.
Paiton, 29 November 2009