Doa Bapa Kami

Prolog:

Doa Bapa Kami adalah satu-satunya doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri. Doa ini diajarkan pada saat “Kotbah di Bukit” dan dipandang sebagai doa yang paling sempurna. Kata-katanya pendek dan sederhana, namun mampu mensintesiskan ajaran para nabi dan rasul dari Perjanjian Lama sampai ke Perjanjian Baru.

Meski sudah diulang-ulang selama lebih dari 2000 tahun, doa ini tetap indah dan relevan bagi umat manusia. Saat ini, doa ini sudah diterjemahkan ke lebih dari 1442 bahasa dan dialek di seluruh dunia. Beberapa di antaranya dikutip di bawah ini.

Indonesia: “Bapa Kami” (1)
(versi Katolik - Missale Romanum)

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah Nama-Mu
Datanglah Kerajaan-Mu,
Jadilah kehendakmu, di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini
dan ampunilah kesalahan kami
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami
dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya)
Amin.

Indonesia: “Bapa Kami” (2)
(Matius 6: 9-13)

Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah Nama-Mu
Datanglah Kerajaan-Mu,
Jadilah kehendakmu, di bumi seperti di surga.
Berilah pada kami hari ini makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kami akan kesalahan kami
seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan
tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat
(Karena Engkaulah yang empunya kerajaan, dan kuasa, dan kemuliaan
sampai selama-lamanya)
Amin.

Jawa: “Rama Kawula”

Rama kawula in swarga, Ashma Dalem kaluhurna,
Kraton Dalem mugi rawuha,
Karsa Dalem kalampahana wonten in donya kados ing swarga.
Kawula nyuwun rejeki kangge sapunika
Sakathaning lepat nyuwun pangapunten Dalem, kados dene anggen kawula ugi ngapunten dhateng sasami
Kawula nyuwun tinebihna saking panggodha
saha linuwarna saking piawon
(Awit Dalem menika ingkang ngereh samukawis, ingkang kagungan pangwaos saha Ratu ingkang mulya ing selaminipun)
Amin.

Batak Toba: “Ama Nami”

Ale Ama nami na di banua ginjang, sai pinorbadia ma Goar-Mu
Sai ro ma Harajaon-Mu, sai saut ma lomo ni Roham,
di banua tonga on, songon na di banua ginjang.
Lehon ma di hami sadari on hangoluan siapari,
sesa ma dosa nami, songon panesa nami didosa ni dongan na mardosa tu hami,
unang ma togihon hami tu pangunjunan,
palua ma hami sian pangango
(Ai Ho do nampuna Harajaon, dohot Hagogo on, rodi Hasangapon saleleng ni lelengna)
Amen.

English: “Lord’s Prayer”

Our Father, who are in heaven, Hallowed be Thy Name,
Thy Kingdom come, Thy will be done, on earth as it is in heaven.
Give us this day, our daily bread
and forgive us our trespasses as we forgive those who trespass against us
and lead us not into temptation
but deliver us from all evil.
(For Thine is the Kingdom, and the Power, and the Glory, forever)
Amen.

Latin: “Pater Noster”

Pater noster, qui es in caelis:
sanctificetur Nomen Tuum;
adveniat Regnum Tuum;
fiat voluntas Tua,
sicut in caelo, et in terra.
Panem nostrum cotidianum da nobis hodie;
et dimitte nobis debita nostra,
Sicut et nos dimittimus debitoribus nostris;
et ne nos inducas in tentationem;
sed libera nos a malo
(Quia tuum est regnum, et potestas, et gloria in saecula)
Amen.

******

Epilog:

Seseorang bertanya kepada Sang Guru. “Guru, hukum manakah yang terutama?”

Sang Guru menjawab: “Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Pada dua hukum itulah, tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi”

Paiton, 21 Juni 2008

==================================

Catatan:
1) Bagian di dalam kurung disebut doksologi
2) Pranala luar (external links):

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.